https://samarinda.times.co.id/
Berita

Kolaborasi Kemanusiaan, Polres Pacitan Gandeng Ipda Purnomo Pulihkan ODGJ hingga Lepas Pasung

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:35
Kolaborasi Kemanusiaan, Polres Pacitan Gandeng Ipda Purnomo Pulihkan ODGJ hingga Lepas Pasung Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar dan Ipda Purnomo, polisi Lamongan melepas ODGJ di Kecamatan Bandar dari pasung. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMES SAMARINDA – Negara kini hadir di tengah persoalan kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian. Polres Pacitan menggandeng Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal konsisten menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), untuk membawa warga Pacitan menjalani perawatan intensif dan berkelanjutan.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menegaskan, langkah tersebut merupakan wujud kepedulian negara terhadap warganya yang paling rentan.

“Hari ini kami bawa lima orang dengan gangguan kejiwaan. Ini bukti bahwa kami bersama pemerintah daerah yang diwakili Dinsos, dibantu Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan,” kata AKBP Ayub, Rabu (14/1/2026). 

Ia berharap, ikhtiar ini dapat menjadi jalan pemulihan yang lebih manusiawi bagi para pasien. “Kami mohon doanya agar pasien bisa sembuh total. Ini menunjukkan bahwa negara hadir. Dan insyaallah nanti, masih ada kloter selanjutnya,” imbuhnya.

Menurut Kapolres, sebagian besar ODGJ yang dijemput sejatinya telah mendapatkan penanganan medis sebelumnya.  Bahkan, ada yang sudah dirujuk ke rumah sakit jiwa. Namun keterbatasan perawatan lanjutan membuat kondisi mereka kembali kambuh.

“Sebagian besar sebelumnya memang sudah diobati, pihak pemkab juga sudah membawa ke RSJ, namun setelah dikembalikan kambuh lagi,” ujarnya.

Karena itu, Polres Pacitan memilih pendekatan berbeda dengan memondokkan pasien di Lamongan, tempat Ipda Purnomo menjalankan rehabilitasi berbasis kemanusiaan.

“Semoga dengan hadirnya Pak Purnomo, pasien kita yang dipondokkan di Lamongan bisa kembali normal saat ke Pacitan nanti. Dan ini merupakan kerja sama yang baik antara Polri dengan pemerintah daerah,” tambah Ayub.

Kapolres-Pacitan-3.jpg

Melihat ODGJ sebagai Manusia, Bukan Masalah

Ipda Purnomo menekankan, gangguan kejiwaan tidak bisa dilihat sebagai kesalahan individu atau keluarga semata. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya.

“Kalau faktor, kita lihat tadi ada yang belajar ilmu pencak silat, kebanyakan faktor ekonomi. Jadi kami tidak bisa menyalahkan pihak manapun, karena ODGJ ini butuh pengobatan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyebut, pemulihan ODGJ bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga sosial dan psikologis. “Paling penting, begitu nanti dinyatakan sehat, kami pulangkan. Pihak yang amat penting adalah keluarga,” katanya.

Tanpa Kerangkeng, Tanpa Rantai

Purnomo memastikan, seluruh pasien akan mendapatkan perawatan terpadu di bawah naungan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Lamongan. Pendekatan yang digunakan menolak segala bentuk pemasungan.

“Di tempat kami dinaungi Dinas Sosial, juga Dinkes. Jadi kami akan lakukan treatment bersama-sama, secara medis. Di tempat kami ada dokter jiwa, spesialis,” jelasnya.

Yang terpenting, kata Purnomo, para pasien diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. “Di tempat kami tidak ada yang dikerangkeng. Kami lepas semuanya. Dan paling penting, dimanusiakan,” tegasnya.

Kapolres-Pacitan-2.jpg

Optimistis Sembuh Total

Purnomo menyampaikan optimisme terhadap proses pemulihan pasien. Ia bahkan memperkirakan waktu penyembuhan berdasarkan kondisi masing-masing.

“Insyaallah mudah-mudahan yang empat ODGJ sebulan sehat. Untuk yang dipasung dan dirantai paling dua bulan sudah sehat,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesembuhan membutuhkan kesinambungan. “Kalau sembuh kami pastikan 100 persen. Namun pengobatan harus dilanjutkan. Bisa distabilkan, tapi itu tadi, peran keluarga sangat penting,” imbuhnya.

Karmin Tak Lagi Dipasung

Salah satu kisah paling menyentuh datang dari Karmin, warga Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar. Bertahun-tahun ia hidup terpasung di ruang sempit di belakang rumah. Tanpa pakaian layak, tanpa kebebasan, bahkan makan dan buang air di tempat yang sama.

Pelepasan pasung dilakukan langsung oleh Kapolres Pacitan bersama Ipda Purnomo, disaksikan keluarga, pemerintah desa, dan petugas Dinas Sosial.

Karmin bukan tipikal ODGJ yang sangar dan mengamuk. Ia justru kerap tersenyum meski dengan tatapan yang kosong. Sorot matanya seolah menyiratkan berapa berat beban hidupnya saat masih sehat. 

AKBP Ayub tampak memotong kuku tangan dan kaki Karmin, memangkas rambutnya, lalu memakaikan pakaian bersih berupa kaus putih, celana training, dan sandal. Sebuah pemandangan sederhana, namun sarat makna kemanusiaan.

ODGJ yang Dirangkul, Bukan Dijauhi

Saat proses penjemputan, Ipda Purnomo duduk berbincang dengan para ODGJ. Ia merangkul, menyuapi, memotong kuku, bahkan menggosokkan gigi mereka. Perlahan, kecanggungan berubah menjadi kepercayaan.

ODGJ yang semula menolak, akhirnya bersedia diajak berangkat ke Lamongan.

“Alhamdulillah Pak Kapolres Pacitan bersama pihak desa dan pemerintah berkolaborasi melakukan hal baik. Mudah-mudahan semua pasien yang kami rawat dan kami bawa ke Lamongan semuanya sehat,” ucap Purnomo.

Harapan Baru Desa Petungsinarang

Kepala Desa Petungsinarang, Suryadi, mengakui keterbatasan pemerintah desa dalam menangani ODGJ. Meski berbagai upaya telah dilakukan, hasilnya belum maksimal.

“Program Pak Kapolres ini luar biasa, karena selain meringankan beban desa, juga betul-betul menolong warga ODGJ. Pemdes tidak kurang-kurang mengurusi ODGJ, namun keterbatasan segalanya kami belum mampu menyembuhkan,” kata Suryadi.

Ia berharap, program tersebut dapat berkelanjutan. “Karmin sudah sering kami obatkan, namun belum sehat. Karena ini program yang kali pertama kami rasakan, semoga membuahkan hasil. Mudah-mudahan desa kami tidak ada ODGJ lagi,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan kemanusiaan tersebut ditutup dengan pembagian sedekah kepada ratusan anak-anak dan lansia di Desa Petungsinarang.  (*)

Pewarta : Yusuf Arifai
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Samarinda just now

Welcome to TIMES Samarinda

TIMES Samarinda is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.