https://samarinda.times.co.id/
Berita

Lapangan Karang Kotagede Ditutup, Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp400 Juta untuk Perbaiki Rumput

Rabu, 07 Januari 2026 - 11:16
Lapangan Karang Kotagede Ditutup, Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp400 Juta untuk Perbaiki Rumput Lapangan Karang Kotagede ditutup selama 6 bulan. (Foto: Pemkot Yogyakarta for TIMES Indonesia)

TIMES SAMARINDA, YOGYAKARTA – Kabar penting buat warga pecinta sepak bola! Lapangan Karang Kotagede resmi ditutup sementara selama enam bulan, mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Pemkot Yogyakarta mengambil langkah tegas ini setelah kondisi rumput lapangan dinilai rusak parah.

Akibat dipakai nyaris tanpa henti setiap hari, lapangan yang selama ini jadi primadona warga untuk bermain bola itu kini harus 'diistirahatkan'.

Pasalnya, intensitas penggunaan yang terlalu tinggi membuat sejumlah titik vital, terutama bagian tengah lapangan dan area depan gawang, mengalami kerusakan serius.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyebut Lapangan Karang sudah lama bekerja di luar batas kemampuannya.

“Lapangan ini dipakai tiap hari, dari pagi sampai malam. Over kapasitas. Akibatnya, bagian tengah rusaknya parah,” kata Budi, Rabu (7/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi rumput di sejumlah area sudah tidak tumbuh. Bahkan, permukaan tanah tampak terbuka dan tidak rata. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan bermain, tetapi juga berpotensi menimbulkan cedera bagi para pemain.

Karena itulah, Pemkot Yogya memilih menutup Lapangan Karang sementara waktu demi pemulihan menyeluruh.

“Perlu perlakuan khusus. Tanahnya harus diistirahatkan supaya rumput bisa tumbuh kembali dengan maksimal,” tegas Budi.

Ditutup Tapi Masih Bisa Jogging

Meski lapangan utama ditutup, masyarakat tak sepenuhnya kehilangan akses. Area luar lapangan, seperti jalur jogging di sisi luar pagar, tetap bisa dimanfaatkan warga untuk berolahraga ringan.

Bagi warga yang ingin bermain sepak bola, Pemkot Yogya mengarahkan untuk menggunakan lapangan lain yang tersedia di kota.

“Alternatifnya ada Lapangan Mancasan, Sidokabul, Karangwaru, dan Minggiran,” jelas Budi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dindikpora Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, mengungkapkan hasil evaluasi kondisi Lapangan Karang per Desember 2025 menunjukkan tingkat kerusakan rumput mencapai 23,58 persen.

Kerusakan paling parah terjadi di area dengan intensitas penggunaan tinggi, seperti tengah lapangan dan depan gawang. Selain rumput mati, media tanam juga mengalami penurunan sehingga membuat permukaan lapangan tidak rata.

“Kalau dibiarkan, risikonya besar. Bisa membahayakan pemain dan fungsi lapangan tidak optimal,” ujar Deni.

Pemulihan Total, Estimasi 6 Bulan

Proses perawatan tidak hanya sekadar menanam ulang rumput. Pemkot Yogya akan melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari peninggian media tanam, penyulaman rumput, hingga perawatan intensif agar perakaran tumbuh kuat dan merata.

Estimasi waktu enam bulan dipilih agar hasil pemulihan benar-benar maksimal dan lapangan kembali aman digunakan.

Untuk mendukung proses tersebut, Dindikpora mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 juta. Dana ini digunakan untuk berbagai tahapan perawatan, seperti perbaikan media tanam, pemupukan, pengendalian hama dan jamur, serta pemeliharaan intensif lainnya.

Jenis rumput yang digunakan tetap Zoysia Matrella, yang dikenal tahan terhadap pemakaian tinggi dan mampu membentuk kerapatan serta perakaran yang kuat.

Lapangan Favorit, Retribusi Tertinggi

Menariknya, tingginya tingkat kerusakan sebanding dengan tingginya minat masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BPKAD Kota Yogyakarta, Tatik Wahyuningsih, menyebut Lapangan Karang menjadi lapangan dengan tingkat penyewaan tertinggi di Kota Yogyakarta.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 138 penyewa menggunakan Lapangan Karang dengan total realisasi retribusi mencapai Rp 213,1 juta.

Data ini sekaligus menegaskan bahwa Lapangan Karang merupakan fasilitas olahraga vital bagi warga.

Penutupan sementara ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar lapangan kembali prima, aman, dan siap menampung antusiasme masyarakat yang tinggi. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Samarinda just now

Welcome to TIMES Samarinda

TIMES Samarinda is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.