TIMES SAMARINDA, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah memperluas jangkauan penerima manfaat program gratis pembiayaan uang kuliah melalui Program Gratispol dengan menjangkau seluruh mahasiswa asal Kaltim di berbagai tingkatan semester.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, di Samarinda, Rabu (13/1/2026), menjelaskan bahwa transformasi kebijakan ini merupakan lompatan besar dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) diprioritaskan bagi mahasiswa baru, maka pada tahun 2026, seluruh mahasiswa semester lanjutan yang memenuhi syarat dipastikan akan mendapatkan manfaat serupa.
"Tahun 2026 menjadi titik balik. Kami tidak ingin ada mahasiswa Kaltim yang putus kuliah di tengah jalan hanya karena kendala biaya. Seluruh mahasiswa asal Kaltim yang memenuhi persyaratan, baik semester awal maupun lanjutan, akan dibantu melalui Gratispol," tegas Sri Wahyuni .
Sekda menjelaskan kebijakan progresif sejalan dengan visi Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Keduanya menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar utama untuk mencetak generasi yang kompeten dan berdaya saing global.
Apalagi dengan posisi strategis Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan akan tenaga kerja lokal yang ahli dan berpendidikan tinggi menjadi harga mati. Program Gratispol diharapkan mampu memicu semangat mahasiswa untuk lebih fokus pada prestasi dan pengembangan kapasitas diri tanpa terbebani urusan finansial.
Sri Wahyuni menjelaskan bahwa perluasan ini lahir dari hasil evaluasi mendalam terhadap kebijakan pendidikan tahun lalu. Pemerintah melihat adanya urgensi untuk memberikan kepastian pendidikan hingga tuntas (wisuda), bukan sekadar bantuan saat masuk perguruan tinggi.
“Faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghambat mimpi anak-anak muda kita. Kami ingin mereka siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu yang mumpuni,” tambahnya.
Untuk menjamin kelancaran program, Pemprov Kaltim terus memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan tinggi. Sistem pengawasan juga diperketat agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan.
Ia berharap melalui ekspansi Program Gratispol, Kalimantan Timur tidak hanya sekadar memberikan bantuan biaya, tetapi sedang berinvestasi pada masa depan daerah agar lebih mandiri, maju, dan menjadi motor penggerak utama pembangunan nasional. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gratispol Diperluas, Seluruh Mahasiswa Kaltim Kini Bebas UKT
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |