Siti Saridah dan Advokasi Modest Fashion di Era Digital
Runner Up 1 Putri Muslimah Kaltim 2026, Siti Saridah. (FOTO: Sari for TIMES Indonesia)

Siti Saridah dan Advokasi Modest Fashion di Era Digital

Siti Saridah ingin membuktikan bahwa perempuan berhijab mampu tampil percaya diri dan berdaya saing tinggi tanpa harus menanggalkan nilai-nilai kesantunan syariat Islam.

TIMES Samarinda,Kamis 20 Agustus 2026, 03:19 WIB
274
W
Wandi Ruswannur

SAMARINDALangkah anggun gadis muda asal Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Siti Saridah, kian mantap menapak karier di industri kreatif. 

Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, dara yang akrab disapa dengan Sari ini berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai Runner Up 1 Putri Muslimah Kaltim (Kalimantan Timur) 2026.

Lebih dari sekadar gelar pageant, gadis yang merupakan anak ketujuh dari tujuh bersaudara ini membawa gagasan besar mengenai pemberdayaan perempuan muda dan penguatan ekonomi kreatif berbasis modest fashion.

Melalui akun media sosial Instagram pribadinya @saridah_09, Sari konsisten menyebarkan konten inspiratif yang menggabungkan hobi melukis dan dunia fashion. 

"Bagi saya hijab bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi maupun berkarya di panggung modeling," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (19/8/2026).

Dia ingin membuktikan bahwa perempuan berhijab mampu tampil percaya diri dan berdaya saing tinggi tanpa harus menanggalkan nilai-nilai kesantunan syariat Islam.

Deretan Prestasi dan Pengalaman Karier

Momen perjalanan karier Sari di dunia fashion diawali dari kegemarannya memperagakan busana dan menjadi model foto produk. 

Ketekunannya membuahkan berbagai pencapaian membanggakan sepanjang tahun 2026. Selain meraih posisi Runner Up 1 Putri Muslimah Kaltim 2026, ia juga menyabet gelar Putri Muslimah Kaltim Berbakat 2026.

Lalu meraih Top 3 Best Preliminary Kaltim Putri Muslimah 2026, Top 3 Best Talent Show Putri Muslimah Kaltim 2026, Top 3 Best Catwalk Putri Muslimah Kaltim 2026, serta Top 3 Best Make Up Putri Muslimah Kaltim 2026.

Keandalan Sari di atas panggung catwalk juga teruji dalam berbagai ajang kompetisi lokal. Ia tercatat meraih Juara 1 Fashion Show kategori Arabic pada Ramadan Festival, Juara 1 Fashion Show kategori Nusantara Gown pada Lowfest, dan Juara 1 Fashion Show Batik Kreasi Poltekes. 

Kemudian tidak hanya itu, Sari juga berhasil menyabet Juara 3 Fashion Show Gaun Pesta pada UMKM Festival serta Juara 3 Fashion Show Batik Kaltim pada Gebyar Nusantara.

Gagasan Advokasi dan Syiar Digital

Sebagai modal sosial, pencapaian tersebut membuka jembatan karier yang lebih luas bagi Sari untuk berkolaborasi dengan para desainer, brand fashion, dan industri kecantikan lokal.

Sari mengusung tiga pilar advokasi utama, yakni edukasi modest fashion, literasi digital, dan pembinaan potensi daerah. Ia bertekad merangkul UMKM desainer lokal Kaltim sekaligus melatih rasa percaya diri remaja muslimah di daerahnya.

"Hijab adalah identitas penguat karakter, bukan penghalang mimpi. Kecantikan sejati diukur dari manfaat yang kita berikan kepada sesama melalui aksi nyata dan pemberdayaan masyarakat," kata Sari saat menjelaskan arah advokasinya.

Sari juga menekankan pentingnya ruang digital yang sehat sebagai sarana dakwah ramah dan edukatif. Ia mengajak generasi muda untuk bijak bermedia sosial demi membangun personal branding yang positif. 

"Untuk mewujudkan hal tersebut saya berencana berkolaborasi dengan instansi pemerintah dan komunitas lokal dalam menggelar pelatihan public speaking serta aksi sosial di wilayah Kalimantan Timur," ungkap Sari penuh semangat.

Tantangan dan Support System

Dalam hal ini lebih lanjut dengan menjalani peran sebagai Runner Up 1 sekaligus model profesional tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi Sari. 

Dia menyadari ekspektasi publik yang tinggi menuntutnya untuk selalu menjaga etika, konsistensi busana, serta selektif dalam memilih pekerjaan agar tetap selaras dengan nilai keagamaan. 

Mesti tidak memegang gelar juara utama, lebih jauh dirinya tetap memikul tanggung jawab besar untuk menjalankan program kerja pemberdayaan secara aktif.

Keteguhan prinsip yang dimiliki Sari tak lepas dari dorongan lingkungan di sekitarnya. Dukungan orang tua menjadi fondasi moral dan sumber doa utama yang memberinya rasa aman dalam berkarier. 

Selain itu, hadirnya dorongan dari teman, kerabat, pemerintah daerah, serta para desainer lokal menjadi energi positif yang memperkuat langkah Sari untuk melaju ke peluang tingkat nasional seperti Putri Muslimah Nusantara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Samarinda, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.