Jembatan Garuda Akhiri Isolasi Warga Handil Bakti, Mobilitas Kini Lebih Lancar
Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, dan unsur Forkopimda saat peresmian Jembatan Garuda, penghubung vital antara RT 30 Handil Bakti dan RT 23 Simpang Pasir. (foto: Dokpim Diskominfo Kaltim)

Jembatan Garuda Akhiri Isolasi Warga Handil Bakti, Mobilitas Kini Lebih Lancar

Kehadiran jembatan Garuda ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini harus menghadapi hambatan mobilitas sehari-hari.

TIMES Samarinda,Minggu 26 April 2026, 21:55 WIB
436
A
Ahmad Syahir

SAMARINDASenyum warga Handil Bakti, Samarinda, pecah saat Jembatan Beton Garuda akhirnya dibuka untuk umum. Infrastruktur yang telah lama dinantikan itu kini menjadi penghubung vital antara RT 30 Handil Bakti dan RT 23 Simpang Pasir, dua wilayah yang sebelumnya terpisah oleh keterbatasan akses.

Bagi warga setempat, kehadiran jembatan Garuda ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini harus menghadapi hambatan mobilitas sehari-hari. Aktivitas yang sebelumnya memerlukan waktu dan tenaga ekstra, kini dapat ditempuh dengan lebih mudah dan aman.

Anak-anak sekolah, misalnya, tak lagi harus menempuh jalur memutar yang berisiko. Distribusi barang menjadi lebih cepat, sementara aktivitas ekonomi perlahan mulai menggeliat. Konektivitas yang terbuka turut membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Samarinda, Kalimantah Timur, Andi Harun, menegaskan bahwa jembatan ini memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah. Menurutnya, pembangunan tersebut bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga tentang mempercepat pergerakan ekonomi dan meningkatkan keselamatan warga.

“Pekerjaan kilat dari 25 Maret hingga 11 April 2026 ini mencerminkan disiplin militer yang luar biasa, yang patut menjadi standar kerja bagi seluruh pemerintahan kita. Ini juga merupakan eksekusi nyata dari visi Presiden melalui program ‘Negara Hadir untuk Rakyat’, bukan sekadar jargon, tetapi realitas yang dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, jembatan ini menjadi urat nadi baru yang mampu memutus isolasi geografis. Kehadirannya juga diharapkan memperkuat akses logistik serta mendukung aktivitas sosial masyarakat secara lebih efisien.

Menurut Andi Harun, pembangunan Jembatan Garuda dapat menjadi contoh atau prototipe bagi pengembangan jembatan bentang pendek di wilayah lain di Samarinda. Dengan kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang, pendekatan cepat dan efektif dinilai menjadi solusi yang relevan.

Ketua LPM Handil Bakti, Sutrisno, mengungkapkan rasa harunya atas terealisasinya pembangunan tersebut. Ia menyebut jembatan ini sebagai jawaban atas penantian panjang warga.

Kini, Jembatan Garuda tak hanya berdiri sebagai penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol perubahan. Ia membawa harapan akan akses yang lebih adil, mobilitas yang lebih baik, serta masa depan yang lebih terbuka bagi masyarakat di sekitarnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ahmad Syahir
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Samarinda, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.